Kaisar Idhofi Gusti dan Giri Putri Sekar Jati adalah anak mamah May Tasri`ah
Anak
adalah anugrah yang terindah yang diberikan oleh Allah kepada setiap orang tua,
sehingga setiap orang tua ingin anaknya berhasil dan sukses dalam meniti
kehidupan baik di dunia dan di akhirat, sudah tentu peran orang tua, guru dan
lingkunganlah yang akan membentuk seseorang anak itu menjadi suatu anugrah atau
juga petaka bagi kedua orang tuanya dan orang lain disekitarnya.
Anak
adalah titipan dari Allah yang diberikan kepada kedua orang tua untuk dijaga
dirawat, dan diperhatikan yang harus diberikan kepada anak agar kelak anak akan
menjadi Anugrah yang terindah, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat
At-tahriim ayat 6:
“Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan
Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Dari
firman Allah diatas tadi wajiblah kedua
orang tua mendidik dan mengarahkan langkah-langkah sianak agar menuju pada
jalan yang terang, tapi tidak semua anak yang mempunyai nasib beruntung.
Bila
kita mengamati dengan seksama baik di
keluarga atau disekitar kita maka kita
akan dapat melihat dua posisi di mana anak itu berada yaitu, anak yang
beruntung dan anak yang tidak beruntung.
Anak
yang Beruntung
1.
Anak yang dilahirkan dari kedua orang yang mempunyai keyakinan agama yang kuat,
dan mengajarkannya kepada sianak semenjak kecil.
2.
Anak yang dilahirkan dari kedua orang tua yang peduli akan masa depan si anak.
3.
Anak yang cukup dalam segi materi /kebutuhan hidup.
4.
Anak Yang mendapat perhatian dari baik dari segi rohani maupun jasmani dari
pihak lain, seperti guru, saudara,
tetangga, walau tidak mendapat kasih sayang dari kedua orang tua.
Anak
yang tidak Beruntung
1.
Anak yang terlahir dari kedua orang tua yang tidak mempunyai keyakinan agama
yang kuat, dan orang tua tidak pernah mengajari betapa pentingnya arti sebuah
agama bagi kehidupan.
2.
Anak yang dilahirkan dari kedua orang tua yang tidak peduli akan masa depan
sianak.
3.
Anak yang tidak cukup dalam segi materi/kebutuhan hidup.
4.
Anak yang cukup baik dari segi materi tetapi kurang perhatian dari orang tua,
guru, dan lingkungan.
Setelah
kita mengerti dan tahu dimana posisi anak-anak itu berada kita sebagai orang
tua, guru, tetangga yang telah menjadi manusia dewasa, mulailah kita
mengulurkan tangan kepada anak-anak kita dan anak di lingkungan tempat tinggal
kita yang belum mengerti arti baik dan buruk dari suatu kehidupan, guru tidak
usah menyalahkan orang tua, dan orang tua tidak perlu menyalahkan guru semua
kita saling bekerjasama untuk mewujudkan anak-anak terbaik dimasa yang akan
datang.
Anak
bukan hanya anugrah bagi kedua orang tuanya tapi juga suatu anugrah dari suatu
bangsa , mulailah melakukan yang terbaik untuk anak-anak di negeri tercinta
ini, apapun profesi kita mulailah memperhatikan sikap dan tingkah laku
anak-anak disekitar kita, berikan perhatian bagi anak-anak, karena merekalah kelak yang akan menjadi
anugrah terindah bagi keluarga, bangsa, agama dan tanah air Indonesia tercinta
ini.
.jpg)









.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)